Mesir “New Normal”, Kembali Membuka Masjid Al Hussein

Mesir “New Normal”, Kembali Membuka Masjid Al Hussein

Corona virus telah mengancam berbagai kehidupan serta aktivitas seluruh umat manusia yang tinggal di dunia ini. Kasus corona virus (Covid-19) merupakan sebuah virus menyeramkan yang sungguh mematikan serta merusak fungsi organ tubuh pada manusia, terutama pernapasan. Virus ini bahkan telah mencatat, hari ini 09 Juli 2020 sudah adanya lebih dari 12 juta kasus penderita covid-19.

Tidak hanya itu virus corona ini telah merebut nyawa manusia sebanyak 552.046 penderita covid-19 di dunia. Karena virus ini, membuat segala aktivitas dan berbagi kegiatan harus terpaksa ditunda atau mengalami kebatalan. Yang seharusnya kita dapat belajar mengajar di sekolah, sekarang harus belajar dan mengajar via online di rumah. Di mana seharusnya kita bekerja di kantor, kita harus bekerja di rumah. Guna hal ini dilakukan adalah menguranginya serta memutuskan rantai penyebaran corona virus.

Event bulanan serta tahunan yang telah dipersiapkan dari jauh hari juga menjadi terpaksa ditunda, karena hal ini akan membahayakan peserta dalam event acara tersebut. Bahkan kegiatan yang wajib sekali dilakukan oleh umat manusia, yaitu ibadah harus dijalankan di rumah maupun via online di rumah. Sama halnya dengan peraturan yang diadakan di Mesir, di mana Mesir telah menutup berbagai kegiatan ibadah yang ada di negara tersebut.

Tetapi menjelang “new normal” di berbagai negara, Mesir telah memutuskan untuk membuka kembali sebagian Masjid Al-Hussein yang ikonis di Kairo pada 7 Juli 2020. Pembukaan kembali dilakukan setelah penutupan beberapa hari karena ketidakpatuhan jamaah dengan tindakan pencegahan Covid-19.

Tempat-tempat beribadah yang telah ditutup selama beberapa bulan karena pandemi corona virus ini, telah dibuka kembali oleh pemerintah mulai 27 Juni 2020 lalu. Hanya saja, pembukaan kegiatan ibdaha kembali ini dilakukan dengan beberapa peraturan dengan protokol kesehatan yang harus dilkaukan oleh para umat jamaah.

Beberapa aturan yang wajib dipatuhi yaitu, rumah ibadah hanya dibuka selama 30 menit untuk shalat saja. Di mana pintu yang mengarah ke tempat pemujaan atau tempat suci, yang ada di beberapa tempat, harus ditutup dalam upaya mengurangi risiko penularan infeksi penyebaran corona virus.

Kementerian Agama Mesir dalam beberapa waktu lalu menyebutkan keterangannya, di mana beberapa jamaah berdiri di sekitar dinding luar tempat suci yang terletak di dalam masjid itu. Kementerian, selaku pengelola tempat ibadah Islam di seluruh negeri, memutuskan untuk menutup masjid, serta memecat direktur administrasi dan mendenda dua imam dan staf lainnya.

Hanya saja, Senin, 06 Juli 2020 kemarin kementerian mengumumkan pembukaan kembali sebagian masjid. Selain itu, keputusan diambil untuk menutup dan mengisolasi tempat sholat dari tempat suci untuk mencegah kemungkinan kepadatan.

“Keputusan itu diambil mengingat tempat masjid di hati orang Mesir dan mereka yang mencintai Ahl El-Bayt (keluarga Nabi Muhammad),” tulis kementerian dalam keterangan tersebut pada Selasa, 07 Juli 2020 ini.

Masjid Kairo Kuno diketahui memiliki sebuah tempat suci yang secara religius diyakini sebagai tempat pemakaman Al-Hussein, cucu nabi.

Kita semua umat manusia di seluruh negara, maupun Mesir pasti ingin mengharapkan yang terbaik agar dapat beribadah kembali secara normal tanpa takut adanya penyebaran corona virus. Semoga dengan “new normal” ini tingkat kepedulian manusia terhadap penyebaran corona virus semakin meningkat dan kasus ini cepat tuntas. Agar kegiatan ibadah dan kegiatan lainnya dapat diselenggarakan kembali secara normal.