Mesir Siap Mengadakan Sholat Jumat Pertamanya Usai Pandemi Corona Virus Pekan Depan


Corona virus (Covid-19) sungguh meresahkan seluruh rakyat yang ada baik dalam negeri maupun luar negeri. Virus ini telah menyerang seluruh berbagai negara tanpa terkecuali. Sehingga membuat banyak aktivitas berkumpul baik itu acara olahraga, event tahunan, dan lainnya, bahkan kegiatan keagamaan yang sifatnya berkerumun atau berkumpul terpaksa untuk diundur dan ditiadakan dahulu. Hal ini berfungsi untuk memutuskan rantai penyebaran corona virus yang memang sungguh membahyakan dan terbukti dari menambahnya korban yang meninggal ataupun yang terjangkit terkena corona virus.

Selama adanya penyebaran corona virus ini, membuat kegiatan keagamaan dilakukan secara virtual di rumah masing-masing tanpa adanya tatap muka secara langsung. Kasus corona virus sendiri yang ada di negara Mesir telah mencatat hingga 96.914 kasus tercatat pertanggal hari ini Jumat (21/08/2020). Dengan kasus meninggal dunia sebanyak 5.197 korban jiwa yang terjangkit corona virus.

Dari panjangnya kegiatan tidak tatap muka yang dilakukan oleh pemerintah Negara Mesir, adanya kabar gembira untuk para umat Islam di Mesir. Di mana pemerintahan di negeri para nabi itu telah resmi mengumumkan bahwa dalam waktu dekat seluruh masjid di Mesir akan dibuka dan bisa digunakan kembali untuk dapat menggelar sholat Jumat wajib yang biasa dilakukan setiap hari Jumatnya. Keputusan ini juga diambil setelah tiak ada penambahan jumlah kasus COVID-19 atau Corona virus dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Arab News, kasus COVID-19 di Mesir terus mengalami penurunan. Di mana pada Rabu (19 Agustus 2020) kemarin dilaporkan bahwa hanya ada 161 kasus dengan jumlah 13 orang meninggal dunia akibat terjangkitnya COVID-19. Sejak Agustus ini, jumlah kasus COVID-19 baru di Mesir terus mengalami penurunan secara signifikan yakni kurang dari 200 setiap harinya. Total kasus COVID-19 ini juga sudah terkonfirmasi di negara Mesir yang mencapai hingga 97.000 kasus, yaitu di mana sebanyak 5.197 di antaranya meninggal dunia.

Di mana pemerintah Mesir mulai menutup sejumlah masjid dan juga gereja sejak Maret lalu untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus Corona. Awalnya penutupan ini hanya diberlakukan selama dua pekan. Namun diperpanjang hingga 3 bulan karena tidak adanya tanda-tanda kasus COVID-19 yang menurun. Pada akhir Juni, sejumlah masjid diizinkan untuk dibuka kembali. Tetapi karena banyaknya warga yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, pemerintah memutuskan untuk menutup kembali masjid dan sejumlah tempat ibadah lainnya.

Menteri Wakaf Mesir, Mohamed Mokhtar Gomaa juga mengatakan rencananya akan adanya sholat Jumat yang akan digelar pada 28 Agustus 2020 pekan depan mendatang. Hal ini merupakan sholat Jumat pertama sejak penutupan sejumlah tempat ibadah di Mesir selama lima bulan lalu untuk memutus penyebaran virus Corona. Barulah pada Rabu kemarin Kementerian Wakaf mengumumkan bahwa masjid akan segera bisa digunakan untuk sholat Jumat.

Meski kasus COVID-19 sudah mengalami penurunan, Mohamed Mokhtar Gomaa juga telah mengingatkan kepada seluruh umat muslim di Mesir agar para jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan. “Jamaah diharapkan jaga jarak dan mengenakan masker,” katkatanya dalam sebuah pernyataannya, pada Rabu 19 Agustus 2020 seperti yang telah dilansir dari Arab News.

Selain itu khutbah Jumat juga akan dipersingkat. Di mana apabila biasanya khutbah berlangsung selama 1 jam, selama pandemi COVID-19 akan dikurangi menjadi hanya sekitar 10 menit saja. Jamaah sholat Jumat juga akan diminta menggunakan alas sholat sendiri.