Negara Mesir Memperingatkan Hamas Palestina Mengakhiri Serangan Balon Berapi


Pemerintah negara Mesir telah meminta Hamas dan kelompok-kelompok lainnya yang berada di negara Palestina agar segera melakukan pemberhentian serangan balon berapi ke negara Israel. Hal ini terlihat disampaikan langsung oleh intelijen negara Mesir kepada para pimpinan Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ). Mereka juga telah memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menyebabkan Jalur Gaza akan semakin memanas.

Para pemimpin Hamas dan PIJ juga telah diundang ke Kairo, di mana negara Mesir untuk ikut serta dalam melakukan diskusi mendesak, terlihat dari dikutipnya laman Pikiran-Rakyat.com dari Jerusalem Post. Diskusi ini sendiri juga telah membicarakan sebuah upaya untuk dapat menghindari perang-perang lain di Jalur Gaza yang akan berkelanjutan di masa yang akan mendatang. Pihak intelijen negara Mesir juga telah menyebutkan bahwa mereka semua sudah melakukan kontak dengan negara Israel untuk dapat menenangkan situasi.

Perbincangan dengan pihak negara Israel ini sendiri juga bertujuan untuk dapat menghindari kerusakan lebih lanjut akibat dari serangan balon udara yang telah diluncurkan oleh negara Palestina ke negara Israel. Para pemimpin Hamas dan PIJ juga telah mengatakan langsung kepada pihak intelijen negara Mesir bahwa akan adanya sebuah serangan balon udara akibat dari kegagalan negara Israel yang meredakan perselisihan di Jalur Gaza.

Seorang sumber dari Hamas dan PIJ juga sudah mengonfirmasi bahwa akan adanya pihak intelijen negara Mesir yang meminta untuk adanya penyerangan balon udara kepada negara Israel yang dihentikan.

“Mesir juga telah mengatakan mereka akan mengangkat masalah dengan negara Israel dalam satu jam mendatang, tapi mereka menuntut Hamas dan semua faksi negara Palestina menginstruksikan unit balon untuk segera menghentikan serangan terhadap negara Israel,” ucap lanjutnya.

Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza, yaitu Ismail Radwan juga telah membenarkan pernyataan bahwa kelompoknya telah melakukan kontak dengan negara Mesir terkaitnya dengan ketegangan hal tersebut.

Radwan juga telah menuduh negara Israel untuk telah “mengangkat kaki” sehubungan dengan kesepakatan yang sudah dicapai dengan Hamas untuk meringankan pembatasan yang diberlakukan di Jalur Gaza tersebut.

Kesepakatan tersebut juga telah dicapai beberapa bulan lalu di bawah naungan negara Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Seorang sumber di Jalur Gaza juga telah menuturkan, bahwa akan adanya sebuah kemungkinan jika para pemimpin Hamas dan PIJ tidak dapat mengabulkan peringatan negara Mesir.

Dirinya kemudian juga akan melanjutkan bahwa negara Israel secara sengaja tidak memenuhi kewajiban mereka dalam memfasilitasi proyek-proyek di Jalur Gaza tersebut. “Negara Israel juga secara sengaja menghindari seluruh kewajibannya berdasarkan ketentuan pemahaman, termasuk dalam memfasilitasi berbagai proyek ekonomi dan juga kesehatan di Jalur Gaza,” ucapnya.

Seperti yang sudah pernah diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, negara Israel telah melakukan penutupan salah satu jalur perlintasan utama mereka dengan Jalur Gaza akibat adanya sebuah serangan balon-balon tersebut.

Diketahui juga bahwa adanya penutupan yang telah diberlakukan pada tiga jalur utama yang sedang digunakan negara Israel dan negara Mesir untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, salah satunya adalah daerah Karem Shalom. Kementerian Pertahanan negara Israel juga telah menjelaskan bahwa Karem Shalim akan ditutup kecuali untuk digunakan pengiriman bantuan penting hingga kebutuhan bahan bakar.

Akankah tragedi ini cepat membaik dan akankah jalur Gaza ini tidak memanas. Sekian berita seputar negara Mesir ini kami sampaikan, terima kasih.