Negara Mesir Siagakan Pasukan Militer Berskala Besar, Berperang Dengan Ethiopia

Negara Mesir Siagakan Pasukan Militer Berskala Besar, Berperang Dengan Ethiopia

Dunia ini sedang panas-panasnya akibat banyaknya kejadian perang yang terjadi di berbagai sudut. Seperti yang kita tahu, klaim Laut China Selatan yang dilakukan Tiongkok memicu reaksi dari beberapa negara Asia. Dan belum lagi, perebutan wilayah antara China dan India yang terjadi di perbatasan Galwan.

Kamudian memanasnya sebuah peristiwa antara Korea Utara dengan Korea Selatan, walau sudah terjadi sejak zaman perang Korea yang menuntut reunifikasi. Serta rencana Israel pada Rabu, 1 Juli 2020 yang menginginkan pencaplokan sebagian tepi barat negara Palestina, hinggaa memicu reaksi Internasional.

Kali ini, tiba sebuah kabar mengejutkan pada Kamis, 2 Juli 2020, di mana negara dari benua Afrika, Mesir mendadak mengumumkan melakukan persiapan militer. Dalam sebuah keterangan, Mesir juga telah mengkonfirmasi akan memblokir Sungai Nil.

Hal ini terjadi, karena adanya beberapa lantaran negara tetangga yang menyimpan listrik tenaga air tanpa izin. Tentu saja, hal ini membuat Mesir marah karena merasa kedaulatannya dilanggar oleh negara tetangga. Negara tersebut adalah Ethiopia, dalam wawacara dengan Associated Press, Manteri Luar Negeri Ethiopia Gedu Andrargachew mengaku ia juga siap untuk memblokir Sungai Nil.

Terlepas dari kesepkatan apakah Mesir setuju atau tidak. Sejauh ini Ethiopia telah membangun bendungan yang berada di Sungai Nil untuk menyimpan airnya.

“Kita perlu mengambil keuntungan dari musim hujan yang akan datang untuk menyimpan air untuk danau listrik tenaga air, bernegosiasi atau tidak itu tidak penting lagi,” kata Associated Press.

“Kami akan membayar sejumlah bendungan itu sendiri, jika kami menunggu, pembuatan bendungan itu akan ditunda,” ucap Andrargachew.

“Kami tidak akan meminta apapun dari Mesir,” ucap tambahnya.

Andrargachew mengatakan, Mesir telah melebih-lebihkan tingkat keparahan bendungan buatan Ethiopia, meski demikian Ethiopia akan menanggapi tindakan bermusuhan dengan negara Mesir.

Mendengar pernyataan itu, Presiden Mesir Abdel-Fattah Al-Sisi, merujuk aksi militer untuk menangani ancaman yang berada di wilayah tersebut.

Termasuk perang bersama saudara dengan Libya dan ketegangan dengan Ethiopia.

Sisi mengatakan, kepada angkatan udara, “Bersiaplah, untuk misi tempur di perbatasan bahkan di luar perbatasan jika perlu. Tentara Mesir sangat kuat, salah satu pasukan paling tangguh di Afrika ,” katanya.

“Tentara kami tidak perlu mengeluarkan ancaman tetapi melakukan segalanya untuk mencegah ancaman,” jawabnya.

Menurut Daily News Egypt, Mesir memiliki kekuatan militer yang telah melampaui Ethiopia, tetapi Kairo kehabisan pilihan karena Ethiopia hampir menyelesaikan pembangunan bendungannya.

Menurut statsistik Global Fire Power, militer Mesir berada di peringkat tingkat ke-9 dalam daftar kekuatan global. Sedangkan Ethiopia masuk daalm daftar ke-60.

Mesir juga memiliki 1.054 pesawat militer termasuk 215 jet tempur, 59 pesawat angkut, 388 pesawat latihan dan 294 helikopter.

Ethiopia hanya memiliki 86 pesawat termasuk 24 jet tempur, 9 pesawat angkut dan 33 helikopter. Di darat Mesir telah mempunyai 4.000 tank, 10.000 kendaraan lapis baja, 1.000 senjata self-propelled, dan 2.189 artileri. Sementara Ethiopia hanya memiliki 400 tank, dan 650 senjata.

Ironisnya, Ethiopia tidak memiliki angkatan laut sama sekali, tetapi Mesir memiliki dua kapal induk, empat kapal selam, 50 kapal patroli, dan 9 fregat. Salah satunya keuntungan Ethiopia adalah mereka yang memiliki zona penyangga Sudan, tetapi tidak berbatasan langsung dengan negara Mesir.

Sementara pasukan Mesir perlu melintasi Sudan dan menyurusi Laut merah untuk dapat menyerang bendungan Dai Renaissance buatan Ethiopia.